top of page

Sering Cemas Berlebihan? Kenali Anxiety Disorder, Jenis, dan Gejalanya

  • 30 Jul
  • 3 menit membaca
Seorang wanita yang sedang mengalami sering cemas berlebihan

Sobat Segitiga Merah, pernah merasa cemas terus-menerus, bahkan karena hal-hal kecil? Rasa cemas ini terkadang muncul tanpa alasan yang jelas, tetapi tetap terasa mengganggu. Kondisi seperti ini sering dianggap sebagai hal yang biasa, terutama jika seseorang masih bisa beraktivitas seperti biasa.


Namun, jika rasa cemas yang berlebihan berlangsung terus-menerus dan sulit dikendalikan, kondisi tersebut bisa menjadi tanda gangguan kecemasan atau anxiety disorder. Mengenali tanda-tandanya sejak dini dapat membantu mencegah dampak yang lebih serius.


Sering Cemas Berlebihan, Apakah Normal?

Pada dasarnya, rasa cemas adalah hal yang normal. Kecemasan adalah respons alami tubuh terhadap stres atau situasi tertentu, seperti menghadapi ujian, pekerjaan, atau masalah pribadi. Namun, yang perlu diperhatikan adalah ketika seseorang sering mengalami perasaan cemas berlebihan atau rasa cemas tersebut muncul terus-menerus hingga mengganggu kualitas hidup secara keseluruhan.


Jika kecemasan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kualitas tidur, atau hubungan sosial, maka kondisi ini tidak lagi bisa dianggap sebagai hal yang normal.[1]


Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), gangguan kecemasan ditandai dengan rasa cemas yang sangat kuat serta berlebihan. Perasaan ini biasanya disertai dengan ketegangan fisik serta gejala lainnya. Rasa cemas yang sulit dikendalikan menimbulkan tekanan emosional yang signifikan dan dapat berlangsung dalam waktu yang lama jika tidak ditangani.


Apa Itu Anxiety Disorder, Jenis, dan Gejalanya

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), gangguan kecemasan ditandai dengan rasa cemas yang sangat kuat serta berlebihan. Perasaan ini biasanya disertai dengan ketegangan fisik serta gejala lainnya. Rasa cemas yang sulit dikendalikan menimbulkan tekanan emosional yang signifikan dan dapat berlangsung dalam waktu yang lama jika tidak ditangani. Gangguan kecemasan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta memengaruhi kehidupan keluarga, hubungan sosial, pendidikan, maupun pekerjaan seseorang.[2,3]


Terdapat beberapa jenis anxiety disorder yang umum ditemui, di antaranya:[2]


  • Generalized anxiety disorder (GAD): rasa cemas berlebihan terhadap berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari.

  • Panic disorder: ditandai serangan panik yang muncul secara tiba-tiba dan terasa intens.

  • Social anxiety disorder: rasa takut atau cemas berlebihan saat berada dalam situasi sosial.

  • Fobia spesifik: ketakutan berlebihan terhadap objek, aktivitas, atau situasi tertentu.

  • Separation anxiety disorder: rasa takut atau kekhawatiran yang berlebihan ketika harus berpisah dari orang yang memiliki ikatan emosional yang kuat

  • Mutisme selektif (selective mutism): ketidakmampuan yang konsisten untuk berbicara dalam situasi sosial tertentu, meskipun individu tersebut dapat berbicara dengan nyaman di lingkungan lain. Kondisi ini terutama dialami oleh anak-anak.


Gejala anxiety disorder bisa berbeda pada setiap individu, namun umumnya meliputi:[2]


  • Rasa cemas atau khawatir berlebihan

  • Gelisah atau sulit merasa tenang

  • Otot terasa tegang

  • Jantung berdebar

  • Sesak napas

  • Sulit tidur

  • Sulit berkonsentrasi


Penting untuk dipahami bahwa meskipun gejalanya sering serupa, intensitas dan bentuknya dapat berbeda antara satu orang dengan orang lain.


Kapan Harus ke Dokter?

Jika merasa sering cemas berlebihan hingga sulit dikendalikan, muncul hampir setiap hari, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga profesional. Penanganan yang lebih awal dapat membantu mengelola kecemasan dengan lebih baik.


Bantuan medis diperlukan jika kecemasan menyebabkan gangguan signifikan pada pekerjaan, hubungan sosial, atau kualitas hidup secara keseluruhan.[5]


Tenaga profesional, seperti psikolog atau psikiater, dapat membantu menentukan apakah kondisi yang dialami termasuk anxiety disorder dan memberikan penanganan yang sesuai.


Sobat Segitiga Merah, rasa cemas sesekali merupakan hal yang normal. Namun, jika berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, ada baiknya kita memberikan perhatian dan mencari bantuan.


Mengenali tanda-tanda anxiety disorder sedini mungkin dapat membantu mengambil langkah yang tepat. Jika kecemasan terasa sulit dikendalikan, jangan ragu untuk mencari bantuan dari tenaga profesional.


Referensi:

  1. Mayo Clinic. Anxiety disorders – symptoms and causes. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anxiety/symptoms-causes/syc-20350961

  2. World Health Organization. Anxiety disorders. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/anxiety-disorders

  3. American Psychiatric Association. What are anxiety disorders?. Available from: https://www.psychiatry.org/patients-families/anxiety-disorders/what-are-anxiety-disorders

  4. UC Davis Health. Symptoms of anxiety and how to know when you need help. Available from: https://health.ucdavis.edu/blog/cultivating-health/symptoms-of-anxiety-and-how-to-know-when-you-need-help/2024/08



bottom of page