Puasa Ramadan Tetap Sehat: Hal-Hal Penting yang Perlu Diketahui
- 1 hari yang lalu
- 3 menit membaca

Puasa ramadan adalah ibadah yang dijalankan umat Muslim dengan menahan makan dan minum sejak fajar hingga terbenamnya matahari. Meski dilakukan selama kurang lebih 12 jam, puasa ramadan tetap bisa dijalani dengan sehat asalkan tubuh dipersiapkan dan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi dengan baik.
Menjaga Kesehatan Selama Puasa Ramadan
Menjaga kesehatan selama puasa ramadan dimulai dari sahur. Sahur sebaiknya tidak dilewatkan karena membantu tubuh memiliki cadangan energi sepanjang hari.
Pilih makanan sahur yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum, sumber protein seperti telur, ikan, atau kacang-kacangan, serta sayur dan buah yang kaya serat. Kombinasi ini membantu rasa kenyang bertahan lebih lama dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.[1,3,4]
Saat berbuka, dianjurkan untuk memulai dengan makanan ringan dan manis alami seperti kurma serta air putih, kemudian dilanjutkan dengan makanan utama yang bergizi seimbang. Hindari makan berlebihan atau langsung menyantap makanan berlemak/berminyak dalam jumlah besar karena dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di saluran pencernaan.[2,4]
Kebutuhan cairan juga sangat penting karena tubuh berisiko mengalami dehidrasi jika asupan cairan saat sahur dan berbuka tidak mencukupi. Rata-rata orang dewasa memerlukan sekitar 2 liter per hari yang bisa dikonsumsi pada jeda waktu sejak berbuka sampai sahur.[1,5]
Selain itu, tetap lakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau peregangan. Olahraga ringan setelah berbuka dapat membantu menjaga kebugaran sekaligus membantu mencegah lonjakan gula darah yang terlalu tinggi.[5,6]
Perubahan Tubuh yang Bisa Terjadi Saat Puasa Ramadan
Selama puasa ramadan, tubuh akan mengalami beberapa perubahan. Pada jam-jam awal puasa, tubuh menggunakan cadangan glukosa sebagai sumber energi.Ā
Setelah itu, tubuh mulai memanfaatkan cadangan lemak sebagai sumber energi. Proses ini merupakan bentuk adaptasi alami tubuh terhadap perubahan pola makan.[1,3]
Sebagian orang mungkin merasakan gejala seperti sakit kepala ringan, mudah lelah, sulit konsentrasi, atau perubahan suasana hati di hari-hari awal puasa. Hal ini biasanya terjadi karena tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan jadwal makan, tidur, dan konsumsi kafein. Gejala ini umumnya bersifat sementara dan akan membaik seiring dengan adaptasi tubuh.[2,5]
Sistem pencernaan juga ikut menyesuaikan diri. Pola makan yang berubah dapat menyebabkan gangguan seperti kembung atau sembelit jika asupan serat dan cairan kurang, oleh karena itu konsumsi buah, sayur, dan air putih sangat dianjurkan agar pencernaan tetap lancar.[1,4]
Bagi sebagian orang, puasa ramadan juga dapat membantu mengontrol berat badan jika dijalani dengan pola makan yang sehat dan tidak berlebihan, namun komposisi makanan yang tidak seimbang dan aktivitas fisik yang berkurang justru dapat menyebabkan kenaikan berat badan.[3,4]
Cara Menjaga Tubuh Tetap Nyaman Saat Puasa Ramadan
Agar puasa ramadan tetap nyaman, ada beberapa hal praktis yang bisa Sobat Segitiga Merah lakukan, yakni:
Atur pola tidur
Usahakan tetap mendapatkan waktu tidur yang cukup meski harus bangun lebih awal untuk sahur. Jika memungkinkan, manfaatkan waktu istirahat singkat di siang hari untuk menjaga level energi sampai waktu berbuka.[2,6]
Batasi konsumsi makanan tinggi gula dan gorengan
Beragam takjil khas ramadan memang menggoda saat berbuka, tetapi jika tidak bijak memilih jenis dan mengatur porsi, konsumsinya dapat menyebabkan lonjakan gula darah serta timbunan kalori yang menyebabkan kenaikan berat badan. [4,5]
Perhatikan tanda-tanda dehidrasiĀ
Saat puasa ramadan perhatikan munculnya gejala seperti sakit kepala, pusing berat, lemas berlebihan, atau urin berwarna sangat gelap. Jika mengalami kondisi tersebut, terutama pada cuaca panas atau aktivitas berat, penting untuk segera beristirahat dan mempertimbangkan kondisi kesehatan secara menyeluruh.[2,5]
Berkonsultasi dengan dokter
Bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau penyakit lambung, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menjalani puasa ramadan. Penyesuaian obat atau pola makan mungkin diperlukan agar puasa tetap nyaman dan kondisi tubuh terjaga.[1,3]
Sobat Segitiga Merah, pada akhirnya, puasa ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih pengendalian diri dan memperbaiki pola hidup. Dengan perencanaan yang baik, pilihan makanan yang sehat, serta perhatian terhadap kebutuhan tubuh, puasa ramadan dapat dijalani dengan nyaman dan tetap menyehatkan.[1,4]
Referensi:
NHS. Ramadan a Guide to Healthy Fasting. Available from: https://mcb.org.uk/wp-content/uploads/2014/06/Ramadan-a-guide-to-healthy-fasting-NHS.pdfĀ Ā
WHO. Ramadan 2026. Available from: https://www.emro.who.int/media/media-events/ramadan-2026.html
British Islamic Medical Association. Ramadan Compedium. Available from: https://britishima.org/wp-content/uploads/2024/02/bima-ramadan-compendium-v1.2-3.pdfĀ
British Nutrition Foundation. A Healthy Ramadan. Available from: https://www.nutrition.org.uk/creating-a-healthy-diet/a-healthy-ramadan/Ā Ā Ā
UCLA Health. Healthy Tips for Ramadan. Available from: https://www.uclahealth.org/news/article/healthy-tips-for-ramadanĀ
Cleveland Clinic. 3 Simple Tips to Stay Healthy During Ramadan. Available from: https://www.clevelandclinicabudhabi.ae/en/health-byte/ramadan/3-simple-tips-to-stay-healthy-during-ramadanĀ



