Mengenal Penyebab Diabetes Melitus


Diabetes melitus adalah sekumpulan gangguan metabolik yang hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia maupun di seluruh dunia. Pasalnya, penyakit kronis ini dikenal juga sebagai “mother of diseases” atau induk dari berbagai penyakit maupun komplikasi serius lainnya seperti hipertensi, penyakit jantung dan pembuluh darah, stroke, gagal ginjal, kebutaan bahkan hingga kematian.


Mengutip data yang dilansir dari International Diabetes Federation (IDF), pada tahun 2019 sedikitnya terdapat 483 juta orang di seluruh dunia di rentang usia 20-79 tahun yang menderita diabetes. Angka ini setara dengan 9,3% total populasi dunia. Berdasarkan jenis kelamin, data IDF menunjukan bahwa proporsi diabetes pada pria cenderung lebih besar dibandingkan pada kelompok wanita. Adapun prevalensi yang diperkirakan pada pria sebesar 9,65%, sedangkan pada kelompok wanita sekitar 9%.


Bagaimana kondisi di Indonesia? Secara garis besar, Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang termasuk dalam daftar 10 negara dengan jumlah penyandang diabetes tertinggi tahun 2019. Fakta ini juga diperkuat oleh data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang melaporkan bahwa terdapat peningkatan prevalensi diabetes melitus di Indonesia berdasarkan hasil diagnosis dokter pada penduduk berusia ≥15 tahun, dari sebesar 1,5% pada hasil Riskesdas 2013 menjadi 2% pada hasil Riskesdas 2018. Selain itu, data prevalensi diabetes melitus yang diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan gula darah juga mengalami peningkatan dari 6,9% pada hasil Riskesdas 2013 menjadi 8,5% pada hasil Riskesdas tahun 2018. Perbedaan prevalensi diabetes yang diperoleh berdasarkan hasil diagnosis dokter dengan prevalensi yang ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan darah mengindikasikan bahwa sebagian besar pasien diabetes tidak menyadari kondisi klinis atau masalah kesehatan yang dideritanya.


Penyebab Diabetes Melitus


Kondisi hiperglikemia (kadar gula darah yang tinggi) yang menjadi penanda utama pada kasus diabetes melitus terjadi sebagai akibat dari adanya kekurangan hormon insulin, gangguan pada proses kerja insulin, maupun keduanya. Defisiensi insulin dapat terjadi secara absolut seperti pada kasus di mana sel beta pankreas mengalami kerusakan dan tidak mampu menghasilkan insulin, ataupun secara relatif, yang diawali dengan penurunan respons insulin di jaringan (resistansi insulin) yang kemudian cenderung diikuti penurunan produksi insulin oleh pankreas.


Berdasarkan patofisiologi dan penyebabnya, diabetes melitus dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu:


1. Diabetes melitus tipe 1


Diabetes tipe 1 disebabkan oleh kerusakan sel beta pankreas yang bertugas untuk memproduksi insulin. Disfungsi sel beta pankreas ini banyak dikaitkan dengan mekanisme autoimun, yaitu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh keliru mengenali sel-sel sehat sebagai zat asing dan menyerangnya. Selain mekanisme autoimun, defisiensi insulin pada diabetes tipe 1 juga dapat terjadi secara idiopatik (tidak diketahui penyebabnya). Tanpa ketersediaan insulin yang cukup, keseimbangan kadar gula darah tidak dapat dikendalikan sebagaimana mestinya. Berangkat dari mekanisme ini, tata laksana diabetes tipe 1 akan bergantung pada pemberian insulin dari luar untuk memenuhi kebutuhan insulin di dalam tubuh.


2. Diabetes melitus tipe 2


Berbeda dengan diabetes tipe 1 yang dilatar belakangi oleh defisiensi insulin secara absolut karena kerusakan sel beta pankreas, diabetes tipe 2 lebih banyak dikaitkan dengan proses resistansi insulin, yaitu penurunan respons jaringan tubuh terhadap kerja insulin. Insulin memiliki tugas utama untuk memfasilitasi transpor gula ke dalam sel. Pada kondisi resistansi insulin, gula tidak dapat dipindahkan ke dalam sel sehingga terakumulasi di dalam darah. Namun tidak menutup kemungkinan juga dijumpai defisiensi insulin relatif dalam perjalanan penyakit diabetes melitus tipe 2 ini. Diabetes tipe 2 adalah jenis diabetes yang paling banyak diderita dari kasus diabetes melitus secara keseluruhan.


3. Diabetes melitus tipe gestasional


Diabetes tipe gestasional ditandai dengan kenaikan gula darah pada selama masa kehamilan. Gangguan ini biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan dan kadar gula darah dapat kembali normal setelah persalinan. Penyebab diabetes gestasional atau diabetes pada kehamilan masih belum diketahui dengan jelas.


4. Diabetes tipe spesifik yang berkaitan dengan penyebab lain


Diabetes tipe ini dapat disebabkan oleh adanya penyakit eksokrin pankreas atau pun oleh obat/zat kimia.

Demikian penjelasan mengenai penyebab dari beberapa macam tipe diabetes melitus yang telah diketahui masyarakat secara umum. Meski diabetes melitus disebabkan oleh berbagai faktor yang bervariasi pada masing-masing individu, namun karakteristik umum yang akan dijumpai pada seluruh tipe diabetes adalah hiperglikemia. Seseorang dengan hiperglikemia perlu mendapatkan penanganan dengan tata laksana yang sesuai untuk menormalkan aktivitas dan produksi insulin, mengendalikan kadar glukosa dalam darah, dan mengurangi risiko komplikasi baik makrovakular maupun mikrovaskular.


Referensi:


1. PERKENI. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2019. Available from: https://pbperkeni.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Pedoman-Pengelolaan-DM-Tipe-2-Dewasa-di-Indonesia-eBook-PDF.pdf

2. Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik 2010. Available from: https://extranet.who.int/ncdccs/Data/IDN_D1_Diabetes%20guidlines.pdf

3. International Diabetes Federation. Available from: https://diabetesatlas.org/en/

4. Infodatin Diabetes Melitus 2020. Available from: https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/Infodatin-2020-Diabetes-Melitus.pdf

5. Diabetes Cause. Available from: https://www.diabetes.co.uk/diabetes-causes.html


MPL/OGB/017/VIII/2021

121 views