Mengenal Berbagai Faktor Risiko Diabetes Melitus


Diabetes melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula di dalam darah (hiperglikemia). Penyakit diabetes melitus berkembang dalam kurun waktu yang relatif lama, dan umumnya tanpa disertai gejala, sehingga tidak banyak pasien yang menyadari kondisinya. Pasien biasanya menyadari ketika timbul gejala yang dirasa mengganggu. Penyakit diabetes juga dikaitkan dengan beragam risiko komplikasi kesehatan yang mengintai apabila kadar gula darah tidak dikendalikan dengan baik.


Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menekan laju perkembangan penyakit diabetes melitus adalah perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat akan faktor risiko penyakit diabetes melitus. Faktor risiko adalah kondisi-kondisi tertentu yang diketahui dapat meningkatkan peluang seseorang untuk mengalami penyakit tertentu, termasuk diabetes melitus. Mengendalikan faktor risiko dapat membantu mencegah perkembangan penyakit diabetes melitus berikut berbagai komplikasinya sehingga dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas terkait penyakit ini. Selain itu, dengan mengenali faktor risiko diabetes yang dimiliki, masyarakat diharapkan dapat lebih proaktif untuk melakukan screening rutin penyakit ini tanpa menunggu adanya gejala terlebih dahulu. Deteksi dini diabetes sangat berguna untuk mengendalikan progresivitas penyakit ke arah yang lebih buruk.


Apa saja faktor risiko dari diabetes melitus?


Pengaruh genetik dan lingkungan (environmental) memegang peranan penting dalam perkembangan penyakit diabetes melitus, yang lebih lanjut lagi dapat dijabarkan menjadi beragam jenis faktor risiko. Secara umum, faktor risiko diabetes melitus dapat dibedakan menjadi faktor risiko yang dapat dimodifikasi (modifiable risk factors) dan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi (nonmodifiable risk factors). Adapun faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah usia, jenis kelamin, ras, riwayat keluarga dengan kondisi serupa, serta riwayat diabetes pada masa kehamilan. Sedangkan faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah berat badan berlebih (overweight), obesitas, kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang buruk, kebiasaan merokok, penyakit lain seperti hipertensi dan dislipidemia, serta stres yang berkepanjangan.


Faktor risiko spesifik pada setiap tipe diabetes melitus


Menurut Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2019 yang diterbitkan oleh PERKENI, penyakit diabetes melitus dapat dibedakan menjadi beberapa tipe, yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, diabetes gestasional, dan diabetes tipe spesifik yang berkaitan dengan penyebab lain. Terdapat beberapa faktor risiko spesifik yang diketahui berkaitan erat dengan terjadinya masing-masing tipe diabetes tersebut.


1. Diabetes melitus tipe 1

Merupakan jenis diabetes yang disebabkan oleh kerusakan sel beta pankreas yang bertugas untuk memproduksi insulin. Kegagalan kerja pankreas untuk memproduksi insulin dapat disebabkan oleh mekanisme autoimun maupun tanpa penyebab yang dapat diketahui secara pasti (idiopatik). Akan tetapi, beberapa faktor risiko yang dapat menjadi panduan screening untuk diabetes tipe 1 antara lain:


  • Riwayat keluarga: memiliki anggota keluarga (orang tua, saudara laki-laki, atau saudara perempuan) dengan riwayat diabetes tipe 1 (first-degree relatives)

  • Usia: diabetes tipe 1 dapat terjadi pada segala rentang usia, namun umumnya lebih sering dijumpai pada usia yang relatif muda

  • Ras: beberapa ras tertentu memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk menderita penyakit diabetes tipe 1, seperti Kaukasian.


2. Diabetes melitus tipe 2

Merupakan jenis diabetes yang paling banyak terjadi dan banyak dikaitkan dengan gaya hidup yang tidak sehat sehingga terjadi penurunan respons sel-sel tubuh terhadap kerja insulin (resistansi insulin). Diabetes tipe 2 merupakan tantangan tersendiri bagi penduduk di benua Asia, mengingat 60% pasien diabetes melitus tipe 2 dilaporkan berada di benua ini. Penanganan diabetes yang dimulai dari manajemen faktor risiko diharapkan mampu menekan beban yang ditimbulkan oleh penyakit ini pada berbagai aspek, seperti kesehatan dan sosioekonomi. Beberapa faktor risiko yang diketahui meningkatkan risiko seseorang untuk terkena diabetes tipe 2 antara lain:


  • Berusia 45 tahun atau lebih

  • Orang dewasa serta orang di seluruh rentang usia dengan berat badan berlebih atau obesitas, yang memiliki satu atau lebih kondisi berikut:

  1. Memiliki orang tua, saudara laki-laki, atau saudara perempuan dengan riwayat diabetes tipe 2

  2. Riwayat penyakit kardiovaskular

  3. Menderita hipertensi

  4. Menderita dislipidemia

  5. Wanita dengan riwayat polycystic ovary syndrome (PCOS)

  6. Kurang aktif secara fisik

  7. Tergolong ras dengan risiko tinggi diabetes tipe 2 (contoh: Afrika-Amerika, Latin, Native Amerika, Asia-Amerika, Pacific Islander)

  8. Memiliki kondisi lain yang berasosiasi dengan resistansi insulin (contoh: obesitas, acanthosis nigricans)

  • Berada dalam kondisi prediabetes

  • Wanita dengan riwayat diabetes gestasional

  • Penderita infeksi human immunodeficiency virus (HIV)

  • Penderita non-alcoholic fatty liver disease


3. Diabetes gestasional

Diabetes tipe gestasional ditandai dengan kenaikan gula darah selama masa kehamilan. Gangguan ini biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan dan kadar gula darah dapat kembali normal setelah persalinan. Beberapa faktor risiko yang diketahui dapat meningkatkan kemungkinan kejadian di antaranya:


  • Riwayat keluarga atau pernah mengalami diabetes gestasional sebelumnya

  • Kegemukan atau obesitas

  • Gaya hidup sedentary (minim aktivitas fisik)

  • Menderita sindrom ovarium polikistik (polycystic ovary syndrome/PCOS)

  • Memiliki riwayat melahirkan bayi diatas 4 kg

  • Faktor ras tertentu


4. Diabetes tipe spesifik yang berkaitan dengan penyebab lain

Diabetes tipe ini dapat disebabkan oleh adanya penyakit eksokrin pankreas atau pun oleh obat/zat kimia.


Demikian informasi seputar faktor risiko terjadinya penyakit diabetes melitus. Setiap individu mungkin akan memiliki faktor risiko yang berbeda. Dalam rangka meningkatkan keberhasilan upaya pengendalian diabetes melitus, penting bagi tenaga kesehatan, khususnya apoteker untuk memberikan informasi dan edukasi seputar pemahaman faktor risiko dan perlunya deteksi dini. Masyarakat perlu lebih banyak edukasi mengenai pentingnya mengenali faktor risiko diabetes, agar masyarakat dapat menilai risiko individual kemudian menerapkan strategi pencegahan serta deteksi dini yang tepat. Deteksi dini melalui screening rutin diharapkan tidak hanya mampu menemukan pasien yang sudah mengalami diabetes, namun juga mampu menemukan mereka yang termasuk kelompok prediabetes. Intervensi melalui pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis dengan segara diharapkan bisa menekan laju progresivitas penyakit sehingga tidak mudah berkembang menjadi diabetes dan komplikasinya.


Referensi:

1.PERKENI. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2019. Available from: https://pbperkeni.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Pedoman-Pengelolaan-DM-Tipe-2-Dewasa-di-Indonesia-eBook-PDF.pdf

2.Pengendalian Diebets Melitus dan Penyakit Metabolik 2010. Available from: https://extranet.who.int/ncdccs/Data/IDN_D1_Diabetes%20guidlines.pdf

3.Everything You Need to Know About Diabetes. Available from: https://www.healthline.com/health/diabetes#risk-factors

4.Diabetes Risk Factors. Available from: https://www.cdc.gov/diabetes/basics/risk-factors.html

5.American Diabetes Association. American Diabetes Association. Classification and Diagnosis of Diabetes: Standards of Medical Care in Diabetes—2021. Diabetes Care 2021; 44(Supp1):S15-33.


MPL/OGB/018/VIII/2021

105 views