Begadang Bisa Membuat Gula Darah Naik, Ini Penjelasannya
- 30 Jul
- 3 menit membaca

Sobat Segitiga Merah, pernah nggak sih, niatnya cuma scroll media sosial sebentar sebelum tidur, tapi tanpa sadar, waktu sudah lewat tengah malam dan malah jadi begadang? Besoknya tetap harus bangun pagi, lalu malam berikutnya kejadian yang sama terulang lagi.
Pada dasarnya tubuh kita itu luar biasa, secara umum tidak akan otomatis tumbang jika karena suatu hal kita terpaksa harus begadang. Tapi kalau kita tidak bijak dalam mengatur kebiasaan tidur, hal ini bisa menimbulkan bom waktu bagi kesehatan.
Tubuh yang masih terasa ābaik-baik sajaā menyebabkan dampak dari begadang hanya dipandang sebelah mata. Padahal di balik kebiasaan tersebut ada dampak kesehatan yang jarang disadari, salah satunya adalah naiknya kadar gula darah. Banyak orang tidak menyangka bahwa kurang tidur atau sering begadang bisa memengaruhi kadar gula dalam tubuh berikut komplikasi-komplikasi yang terkait.
Dampak Kebiasaan Begadang
Begadang bukan hanya soal rasa kantuk saat beraktivitas karena jam tidur yang kurang, tetapi juga bisa mengganggu kebiasaan dan kualitas hidup secara keseluruhan. Saat seseorang tidur hingga larut malam, biasanya rentan diikuti dengan kebiasaan lain seperti makan tidak teratur dan ngemil di malam hari dengan jenis makanan tinggi gula dan lemak.
Selain itu, begadang juga bisa mengganggu ritme alami tubuh atau jam biologis. Tubuh sebenarnya memiliki sistem yang mengatur kapan harus aktif dan kapan harus beristirahat. Ketika pola ini terganggu, berbagai fungsi tubuh pun ikut terdampak, termasuk metabolisme.
Akibatnya, tubuh tidak mampu mengelola energi dengan baik, dan jika kebiasaan ini terus berlanjut, risiko gula darah naik pun semakin meningkat. [1]
Kenapa Begadang Bisa Membuat Gula Darah Naik?
Kurang tidur dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur gula darah. Salah satu mekanismenya adalah melalui penurunan sensitivitas terhadap insulin. Insulin merupakan hormon yang berperan membantu gula dalam darah masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai sumber energi.
Ketika seseorang sering begadang, tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin. Akibatnya, gula dalam darah tidak dapat diserap dengan optimal dan kadar gula darah pun meningkat. [2]
Selain itu, kurang tidur juga dapat memicu peningkatan hormon stres seperti kortisol. Hormon ini merangsang pelepasan glukosa ke dalam aliran darah, sehingga semakin meningkatkan risiko gula darah tinggi. [3]
Tidak hanya itu, begadang juga sering membuat seseorang lebih mudah lapar dan cenderung memilih makanan tinggi kalori seperti makanan manis dan berlemak. Kombinasi antara kurang tidur dan pola makan yang kurang sehat ini semakin memperbesar risiko kenaikan gula darah. [4]
Dampaknya Jika Gula Darah Terus Naik
Jika kondisi gula darah yang terus naik dibiarkan tanpa penanganan, dampaknya bisa sangat serius. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko berkembangnya penyakit diabetes tipe 2.
Selain itu, kadar gula darah yang tinggi juga dapat merusak pembuluh darah dan berbagai organ tubuh. Dampak jangka panjangnya bisa berupa peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, hingga masalah pada saraf.
Yang perlu diwaspadai, kondisi ini sering berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas. Banyak orang yang baru menyadarinya setelah komplikasi muncul, sehingga penanganannya pun menjadi lebih sulit.
Begadang mungkin terasa seperti kebiasaan kecil yang tidak berbahaya. Namun, kurang tidur yang terjadi secara terus-menerus dapat berdampak serius pada kesehatan, termasuk meningkatkan risiko kenaikan kadar gula darah dan beragam komplikasi yang menyertainya. Oleh karena itu, menjaga pola tidur yang cukup dan teratur merupakan salah satu langkah penting untuk membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Sobat Segitiga Merah, jangan lupa lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, termasuk cek gula darah, untuk memantau kondisi tubuh sejak dini. Dengan deteksi dan penanganan yang lebih cepat, risiko berbagai penyakit dapat dicegah atau dikendalikan dengan lebih baik.
Referensi:
Franciscan Health. Blood Sugar Spike and Diabetes. Available from: https://www.franciscanhealth.org/community/blog/blood-sugar-spike-diabetes
Sound Sleep Health. Lack of Sleep and Its Effect on Blood Sugar Levels. Available from: https://www.soundsleephealth.com/lack-of-sleep-and-its-effect-on-blood-sugar-levels/
Sleep Foundation. Sleep and Blood Glucose Levels. Available from: https://www.sleepfoundation.org/physical-health/sleep-and-blood-glucose-levels
University Health. Stress and Sleep Impact on Blood Sugar. Available from: https://www.universityhealth.com/blog/stress-and-sleep-impact-on-blood-sugar



