top of page

Tempat-tempat Tak Terduga yang Sering Jadi Sarang Nyamuk DBD

  • 30 Jul
  • 3 menit membaca
Talang air menjadi salah satu tempat sarang nyamuk DBD

Banyak orang menyangka bahwa nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD), Aedes aegypti, hanya berkembang biak di tempat yang kotor atau genangan air dalam jumlah besar. Namun, Sobat Segitiga Merah perlu tahu bahwa nyamuk ini justru kerap berkembang biak di genangan dengan volume yang relatif kecil dan berisi air bersih yang sering luput dari perhatian.


Inilah yang membuat pencegahan DBD tidak semudah yang dibayangkan. Tanpa disadari, benda-benda di sekitar rumah bisa menjadi “tempat ideal” bagi nyamuk untuk bertelur. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tempat-tempat tak terduga yang berpotensi menjadi sarang nyamuk DBD.


Tempat yang Jadi Sarang Nyamuk DBD

Nyamuk Aedes aegypti sangat menyukai air bersih yang tergenang, bahkan dalam jumlah yang sangat sedikit sekalipun.[1] Karena itu, banyak sudut di rumah yang tampak biasa saja justru bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk DBD.


Berikut beberapa tempat di rumah yang kerap luput dari perhatian, tetapi berpotensi menjadi sarang nyamuk DBD:


  1. Vas bunga

    Meski tampak tidak berbahaya, air yang dibiarkan menggenang terlalu lama di dalam vas bunga bisa menjadi lokasi favorit nyamuk Aedes aegypti untuk bertelur.


  2. Wadah air pada dispenser atau kulkas

    Tetesan air yang tertampung di bagian bawah dispenser atau kulkas sering kali tidak dibersihkan atau dikeringkan, sehingga membentuk genangan kecil yang disukai nyamuk.


  3. Barang bekas

    Kaleng, botol, atau ban bekas yang menampung air hujan bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk yang sangat ideal, terutama jika dibiarkan terbuka di luar rumah.


  4. Tempat minum hewan

    Tempat air minum hewan peliharaan juga perlu diperhatikan. Jika airnya jarang diganti, wadah ini bisa menjadi tempat nyamuk bertelur.


  5. Talang air

    Talang yang tersumbat dapat menyebabkan genangan air dan menjadi sarang nyamuk yang tidak terlihat dari luar.


  6. Gantungan baju kotor dan gorden

    Meskipun bukan tempat air menggenang, area ini sering menjadi tempat nyamuk dewasa beristirahat, terutama di tempat yang lembap dan gelap.[2]


Mengapa Populasi Nyamuk DBD Cepat Meningkat?

Nyamuk yang menjadi vektor penyakit DBD memiliki kemampuan berkembang biak yang sangat efisien. Nyamuk betina hanya membutuhkan sedikit air untuk bertelur, bahkan genangan kecil di tutup botol pun sudah cukup.


Menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal PLOS Biology pada tahun 2023 menyebutkan telur nyamuk Aedes aegypti dapat bertahan di tempat kering selama beberapa bulan, lalu menetas saat terkena air.[3] Inilah yang membuat nyamuk tetap bisa berkembang meskipun lingkungan terlihat kering.


Selain itu, siklus hidup nyamuk juga relatif cepat. Dalam kondisi yang mendukung, telur bisa berkembang menjadi nyamuk dewasa hanya dalam waktu sekitar 7–10 hari.[1] Hal ini membuat populasi nyamuk bisa meningkat dengan cepat jika tidak dikendalikan.


Cara Mencegah Nyamuk Berkembang Biak di Rumah

Pencegahan DBD sebenarnya bisa dimulai dari langkah sederhana di rumah. Kuncinya adalah menghilangkan tempat berkembang biak nyamuk.


Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:


  • Rutin menguras, membersihkan, dan mengganti air di wadah, seperti vas bunga dan tempat minum hewan

  • Menutup rapat tempat penampungan air

  • Mendaur ulang atau membuang barang bekas yang bisa menampung air

  • Membersihkan talang air secara berkala agar tidak tersumbat

  • Menjaga kebersihan rumah, termasuk area gantungan baju dan gorden


Langkah-langkah ini sejalan dengan prinsip “3M” yang dianjurkan dalam pencegahan DBD, yaitu menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas.[4]


Sobat Segitiga Merah, nyamuk DBD tidak hanya berkembang di tempat kotor atau genangan besar, tetapi juga di tempat kecil yang sering tidak disadari. Oleh karena itu, penting untuk lebih teliti dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah.


Dengan mengenali tempat-tempat berisiko dan melakukan pencegahan sederhana secara rutin, kita bisa menekan risiko perkembangbiakan nyamuk dan mencegah penularan demam berdarah.


Referensi:

1. World Health Organization. Dengue and severe dengue. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue

2. Kemenkes BKK Pangkal Pinang. Kenali nyamuk Aedes aegypti pembawa virus dengue penyebab demam berdarah. Available from: https://bkkpangkalpinang.com/kenali-nyamuk-aedes-aegypti-pembawa-virus-dengue-penyebab-demam-berdarah/

3. Prasad AN, et al. Molecular mechanisms of desiccation tolerance in Aedes aegypti eggs. PLoS Biol. 2023;21(10):e3002314. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10597479/



bottom of page