top of page

Fase Kritis Demam Berdarah yang Perlu Diwaspadai

  • 30 Jul
  • 2 menit membaca
Nyeri perut hebat adalah salah satu tanda fase kritis demam berdarah

Banyak orang mengira demam berdarah sudah membaik begitu demamnya reda, siapa sangka justru di fase inilah titik paling berbahaya bisa muncul, yang dikenal sebagai fase kritis demam berdarah.


Tidak sedikit kasus demam berdarah yang berujung serius karena pasien maupun keluarganya salah mengartikan turunnya demam sebagai tanda kesembuhan, oleh karena itu, penting untuk memahami apa itu masa kritis demam berdarah dan kapan harus waspada.


Apa Itu Fase Kritis Demam Berdarah dan Mengapa Bisa Berbahaya?

Perjalanan penyakit demam berdarah memiliki tiga fase utama, yaitu fase demam, fase kritis, dan fase pemulihan.[1] Fase kedua disebut sebagai fase kritis karena pada tahap ini peluang terjadinya komplikasi berat seperti kebocoran plasma relatif lebih tinggi. Kebocoran plasma adalah kondisi di mana cairan dari dalam pembuluh darah merembes keluar ke jaringan di sekitarnya, sehingga organ-organ vital tidak mendapatkan suplai darah yang cukup.


Kebocoran plasma dapat menyebabkan volume darah dalam tubuh menurun dengan signifikan dan berpotensi memicu syok, yang dikenal sebagai dengue shock syndromeĀ (DSS). Kondisi ini bisa berkembang dengan cepat dan berisiko mengancam jiwa jika tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.[2]


Perlu diingat bahwa memang tidak semua pasien demam berdarah dengue (DBD) akan mengalami kondisi berat, namun karena fase ini sulit diprediksi, semua pasien demam berdarah tetap harus mendapatkan pemantauan ketat sampai fase kritis betul-betul terlewati.


Kapan Fase Kritis Demam Berdarah Terjadi?

Fase kritis umumnya berlangsung saat demam mulai mereda (defervescence), yaitu sekitar hari ke-3 hingga ke-7 sejak gejala pertama muncul dan biasanya berlangsung sekitar 24-48 jam.[1,3] Bagi sebagian orang, demam yang mereda sering kali menjadi pertanda bahwa kondisi seseorang sedang mengalami perbaikan.


Pada kasus demam berdarah, turunnya demam justru memerlukan kewaspadaan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pasien demam berdarah tetap perlu dipantau dengan saksama meskipun demam sudah turun.


Tanda-Tanda Fase Kritis yang Perlu Diwaspadai

Banyak orang mengira bahwa pemantauan kondisi demam berdarah hanya dilakukan dengan mengukur suhu tubuh dan memantau kadar trombosit. Pada fase kritis, nilai trombosit umumnya sangat rendah, namun selain nilai trombosit, terdapat beberapa tanda peringatan (warning signs) yang perlu diwaspadai pada seseorang yang berada dalam fase kritis karena menunjukkan kemungkinan perburukan kondisi, di antaranya:[1]


  • Perut membesar dengan tanda-tanda penumpukan cairan (ascites)

  • Nyeri perut hebat

  • Muntah berulang

  • Sesak napas akibat penumpukan cairan di paru-paru

  • Muncul tanda perdarahan

  • Pasien tampak lemah atau gelisah


Apabila seorang pasien DBD menunjukkan gejala-gejala ini, segera bawa pasien ke rumah sakit terdekat agar dapat dilakukan evaluasi dan penanganan yang sesuai.


Sobat Segitiga Merah, fase kritis pada perjalanan penyakit demam berdarah merupakan fase yang paling berbahaya dan biasanya ditandai dengan demam yang mulai mereda. Oleh karena itu, kita tidak boleh lengah dan harus selalu memantau kondisi pasien demam berdarah hingga fase ini terlewati.


Dengan mengenali tanda-tanda fase kritis dan memahami kapan fase ini biasanya berlangsung, penanganan bisa dilakukan jauh lebih cepat. Apabila muncul gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan ke dokter agar komplikasi serius dapat dicegah sedini mungkin.


Referensi:

1. Centers for Disease Control and Prevention. Clinical Features of Dengue. Available from: https://www.cdc.gov/dengue/hcp/clinical-signs/index.html

2. World Health Organization. Dengue and severe dengue. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue

3. Centers for Disease Control and Prevention. Dengue (Yellow Book). Available from: https://www.cdc.gov/yellow-book/hcp/travel-associated-infections-diseases/dengue.html


bottom of page