Benarkah GERD Menyebabkan Serangan Jantung?
- 24 Feb
- 3 menit membaca

Belum lama ini ramai diperbincangkan kaitan antara gastroesophageal reflux disease (GERD) dengan penyakit jantung. Keluhan nyeri di dada memang kerap menimbulkan kekhawatiran karena banyak orang langsung mengaitkannya dengan serangan jantung. Padahal tidak semua nyeri dada berasal dari jantung, karena terdapat kondisi lain yang juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di area dada, salah satunya adalah gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung.
Nyeri dada adalah keluhan khas yang muncul pada kedua kasus ini. Sebagian berpendapat GERD dan jantung tidak saling memengaruhi, namun tidak sedikit juga yang bertanya-tanya benarkah GERD menyebabkan serangan jantung? Agar Sobat Segitiga Merah tahu kebenarannya, artikel ini akan membahas apakah GERD dapat menyebabkan serangan jantung.
Nyeri Dada: Serangan Jantung atau GERD?
Mengapa nyeri dada akibat GERD sering kali terasa mirip dengan nyeri akibat serangan jantung? Salah satu penjelasannya terletak pada faktor anatomi dan sistem saraf. Organ jantung dan kerongkongan berada berdekatan di dalam rongga dada, sehingga sensasi nyeri dari keduanya dapat saling menyerupai.Ā
Jalur saraf yang menghubungkan saluran cerna dan jantung memiliki kesamaan. Akibatnya, rangsangan nyeri yang berasal dari kerongkongan atau lambung dapat ditafsirkan oleh tubuh sebagai nyeri yang seolah-olah berasal dari jantung. Inilah yang membuat banyak orang sulit membedakan apakah nyeri dada yang mereka rasakan disebabkan oleh gangguan pencernaan atau oleh masalah serius pada jantung.
Serangan jantung merupakan kondisi gawat darurat yang terjadi karena aliran darah menuju otot jantung terhambat, sehingga jantung tidak mendapatkan suplai oksigen yang dibutuhkan. Gejalanya utamanya berupa nyeri dada yang terasa seperti tekanan kuat atau rasa berat atau tertindih di dada.Ā
Sensasi nyeri ini tidak jarang menjalar ke bagian tubuh lain seperti lengan kiri, leher, rahang, hingga punggung. Selain nyeri, serangan jantung juga sering disertai tanda-tanda lain, seperti sesak napas, keringat dingin, mual, atau pusing. Nyeri pada serangan jantung umumnya memberat dengan peningkatan aktivitas dan tetap terasa meskipun sudah beristirahat.
GERD juga memiliki gejala khas berupa nyeri dada yang termasuk ke dalam jenis noncardiac chest painĀ atau nyeri dada yang bukan disebabkan oleh penyakit jantung. Nyeri dada pada GERD biasanya terasa seperti sensasi terbakar atau panas di dada, sering kali muncul setelah makan atau saat berbaring, dan bisa disertai rasa asam di mulut atau sendawa.Ā
Nyeri dada pada kasus GERD berpotensi terasa lebih ringan setelah meminum obat penetral dan/atau penekan asam lambung atau dengan mengubah posisi tubuh dari semula berbaring datar menjadi lebih tegak serta menyamping.
Walaupun secara teoritis GERD dan serangan jantung memiliki karakteristik nyeri yang berbeda, namun pada prinsipnya kita tidak boleh menyepelekan nyeri dada. Karena kemiripan gejalanya, serangan jantung berpotensi disalahartikan sebagai GERD, sehingga penanganannya dapat terlambat dan berisiko fatal.Ā
Sobat Segitiga Merah perlu selalu waspada jika mengalami atau menjumpai seseorang dengan keluhan nyeri dada yang sangat mengganggu. Menunda mencari pertolongan medis dapat berpotensi mengancam jiwa jika kasus yang dihadapi ternyata adalah serangan jantung.Ā
Apakah Benar GERD Menyebabkan Serangan Jantung?
Secara langsung, GERD tidak dapat dikatakan sebagai salah satu penyebab serangan jantung. GERD merupakan gangguan pada sistem pencernaan yang terjadi akibat aliran balik isi lambung ke arah kerongkongan, sedangkan serangan jantung terjadi karena terhambatnya aliran darah ke otot jantung.Ā
Sekalipun tampaknya kedua kondisi ini tidak saling berkaitan, ada fakta menarik yang perlu Sobat Segitiga Merah ketahui. Ternyata selain gejalanya, GERD dan serangan jantung juga memiliki beberapa faktor risiko yang saling beririsan.Ā
Pola makan yang tidak sehat (tinggi lemak), berat badan berlebih atau obesitas, stres psikis berkepanjangan, kebiasaan merokok, dan minum alkohol. Faktor-faktor tersebut merupakan kondisi yang sebetulnya dapat dikendalikan melalui kesadaran untuk menerapkan kebiasaan hidup yang sehat secara konsisten.Ā
Sebaliknya, seseorang yang memiliki kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut berpotensi untuk mengalami bukan hanya salah satu, melainkan kedua gangguan kesehatan tersebut. Selain itu, akan lebih sulit untuk melakukan penilaian awal saat orang tersebut mengalami gejala yang dapat muncul akibat GERD dan serangan jantung seperti nyeri dada, karena kebiasaan hidup yang dijalani dapat memicu keduanya.
Kenali Gejala dan Faktor Risikonya untuk Selamatkan Banyak Jiwa
Jadi, sudah jelas kan sekarang Sobat Segitiga Merah? GERD dan serangan jantung adalah dua kondisi yang berbeda. Namun kedua penyakit ini memang memiliki kemiripan gejala dan faktor risiko.Ā
Oleh karena itu, kita perlu menjaga pola hidup yang sehat seperti makan dengan nutrisi yang lengkap dan seimbang, rutin berolahraga, mengelola stres dengan baik, menjaga berat badan ideal, serta menghindari rokok dan alkohol. Jangan sepelekan semua kasus nyeri dada yang dirasa mengganggu.Ā
Segera cari pertolongan medis agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Bagikan informasi ini kepada orang-orang terdekat agar semakin banyak yang memahami faktanya dan segera memulai kebiasaan hidup sehat!
Referensi:
Medical News Today. Understanding GERD and chest pain symptoms. Dapat diakses melalui: https://www.medicalnewstoday.com/articles/325019
Mayo Clinic. Heartburn or heart attack: When to worry. Dapat diakses melalui: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heartburn/in-depth/heartburn-gerd/art-20046483
American Heart Association. Warning Signs of a Heart Attack. Dapat diakses melalui: https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/warning-signs-of-a-heart-attack
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Acid Reflux (GER & GERD) in Adults. Dapat diakses melalui: https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/acid-reflux-ger-gerd-adults
Cleveland Clinic. Acid Reflux & GERD. Dapat diakses melalui: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17019-acid-reflux-gerd



