Divalproex Sodium Tablet Pelepasan Lambat 250 mg

Divalproex sodium adalah obat yang dapat digunakan dalam pengobatan epilepsi, mania, atau migrain.

Gallery Produk Sistem Saraf-01.jpg

Jika tombol tidak bisa diklik, produk tidak tersedia untuk dibeli sendiri dan hanya tersedia di rumah sakit.

Komposisi

Divalproex sodium setara dengan valproic acid 250 mg.


Indikasi

  • Mania

Pengobatan episode manik akut atau campuran yang berhubungan dengan gangguan bipolar, dengan atau tanpa gejala psikotik.

  • Epilepsi

Monoterapi dan terapi tambahan untuk seizure parsial kompleks serta untuk absence seizure sederhana dan kompleks  pada pasien dewasa dan anak ≥10  tahun

  • Migrain

Profilaksis sakit kepala migrain pada pasien dewasa.


Kontraindikasi 

  • Pasien dengan penyakit hati atau pasien dengan disfungsi hati yang signifikan.

  • Pasien yang hipersensitif terhadap kandungan zat dalam sediaan.

  • Pasien yang diketahui memiliki gangguan siklus urea.

  • Pasien yang diketahui memiliki gangguan mitokondria yang disebabkan oleh mutasi DNA mitokondria polimerase γ (POLG; seperti sindrom Alpers-Huttenlocher) dan pasien anak usia di bawah 2 tahun yang diduga memiliki gangguan terkait POLG.

  • Pasien dengan porfiria.

  • Profilaksis serangan migrain pada ibu hamil dan wanita usia subur yang tidak menggunakan kontrasepsi yang efektif saat menjalani terapi valproate. Sebelum memulai terapi, pasien harus dipastikan tidak dalam kondisi hamil.


Efek Samping

  • Tubuh secara menyeluruh: cedera yang tidak disengaja, sakit kepala, astenia, demam, nyeri, nyeri punggung, sindrom flu, nyeri dada, infeksi,  infeksi jamur, malaise, infeksi virus, menggigil, menggigil disertai demam, peningkatan kadar obat, sakit kepala, nyeri leher, kaku leher.

  • Sistem pencernaan: mual, muntah, nyeri abdominal, diare, anoreksia, dispepsia, konstipasi, nafsu makan meningkat, mulut kering, flatulence, hematemesis, bersendawa, pankreatitis, abses periodontal, gangguan gigi, stomatitis, disfagia, inkontinensi fekal, gastroenteritis, glositis, perdarahan gusi.

  • Sistem saraf: somnolence, tremor, pusing, diplopia, ataksia, nistagmus, emosi yang labil, berpikir abnormal, amnesia, insomnia, gelisah, depresi, gaya berjalan yang abnormal, hipertonia, ansietas, konfusi, gangguan berbicara, parestesia, incoordination, mimpi yang abnormal, gangguan kepribadian, vertigo, agitasi, reaksi katatonik, disartia, emosi yang labil, halusinasi, hipokinesia, psikosis, meningkatnya refleks rangsangan, gangguan tidur, tardive dyskinesia.

  • Sistem pernapasan: infeksi, bronkitis, rinitis, faringitis, dispnea, sinusitis, meningkatnya batuk, pneumonia, epistaksis, hiccup.

  • Sistem peredaran darah dan limfatik: trombositopenia, ecchymosis, petekia, anemia, meningkatnya waktu perdarahan, leukopenia.

  • Gangguan metabolik dan nutrisi: peningkatan berat badan, edema perifer, penurunan berat badan, meningkatnya SGOT, meningkatnya SGPT, edema, hipoproteinemia.

  • Sistem kulit dan penyokongnya: alopesia, pruritus, ruam, kulit kering, discoid lupus erythematosis, eritema nodosum, furunkulosis, ruam makropapular, seborrhea, berkeringat.

  • Sistem indra: ambliopia/penglihatan kabur, tinitus, konjungtivitis, gangguan pengecapan, gangguan penglihatan, gangguan telinga, tuli, otitis media, mata kering, gangguan mata, nyeri pada mata, fotofobia.

  • Sistem kardiovaskular: hipertensi, takikardia, palpitasi, vasodilatasi, aritmia, hipotensi, hipotensi postural.

  • Sistem muskuloskeletal: mialgia, twitching, artralgia, kram otot, miastenia, artrosis.

  • Sistem urogenital: infeksi saluran kemih, vaginitis, inkontinensi urin, dismenorea, amenorea, gangguan frekuensi urinasi, metroragia, cystitis, disuria, gangguan menstruasi.


Dosis

Secara umum

Tablet pelepasan lambat divalproex sodium merupakan produk pelepasan lambat yang diberikan secara oral sekali sehari. Cara penggunaannya yaitu dengan ditelan utuh dan tidak boleh digerus atau dikunyah. 


Mania

Dosis awal yang direkomendasikan yaitu 25 mg/kg/hari diberikan sekali sehari. Pemberian dosis harus ditingkatkan sesegera mungkin hingga mencapai dosis terapeutik terendah yang dapat menghasilkan efek klinis atau mencapai rentang konsentrasi plasma yang diinginkan. Dosis maksimum yang direkomendasikan yaitu 60 mg/kg/hari. 


Epilepsi 

Seizure parsial kompleks pada pasien dewasa dan anak ≥10 tahun

Monoterapi (terapi awal)

Studi divalproex sodium sebagai terapi awal masih belum memadai. Pasien harus memulai terapi dengan dosis 10-15 mg/kg/hari. Dosis ini harus ditingkatkan 5-10 mg/kg/minggu hingga mencapai respons klinik yang diharapkan. Pada umumnya, respons klinik yang optimal dicapai dengan dosis harian di bawah 60 mg/kg/hari. Apabila respons tersebut tidak tercapai, kadar plasma harus diukur untuk menentukan apakah kadar obat telah berada dalam rentang terapeutik (50-100 mcg/ml). Tidak ada rekomendasi terkait keamanan valproate jika digunakan pada dosis di atas 60 mg/kg/hari.


Konversi ke monoterapi

Konversi ke monoterapi

Pasien harus memulai  terapi dengan dosis 10-15 mg/kg/hari. Dosis ini harus ditingkatkan 5-10 mg/kg/minggu hingga mencapai respons klinik yang diharapkan. Pada umumnya, respons klinik optimal dicapai dengan dosis harian di bawah 60 mg/kg/hari.

Dosis kombinasi obat antikonvulsan dapat diturunkan sekitar 25% setiap 2 minggu. Penurunan ini dapat dilakukan mulai dari awal terapi, atau ditunda hingga 1 atau 2 minggu jika seizure muncul akibat dilakukannya penurunan dosis. Kecepatan dan durasi penghentian obat kombinasi antikonvulsan ini sangat bervariasi dan pengawasan ketat terhadap pasien selama periode ini harus dilakukan untuk melihat frekuensi seizure yang terjadi.


Terapi tambahan

Divalproex sodium dapat ditambahkan ke dalam regimen terapi pasien dengan dosis 10-15 mg/kg/hari. Dosis dapat ditingkatkan 5-10 mg/kg/minggu hingga mencapai respons klinik yang diharapkan. Pada umumnya, respons klinik yang optimal dicapai dengan dosis harian di bawah 60 mg/kg/hari.

Karena valproate dapat berinteraksi apabila diberikan bersamaan dengan carbamazepine, phenytoin, atau dengan obat antikonvulsan lain, maka diperlukan pengukuran konsentrasi plasma secara periodik selama awal terapi.


Absence seizure sederhana dan kompleks pada pasien dewasa dan anak ≥10 tahun

Dosis awal yang direkomendasikan yaitu 15 mg/kg/hari, dosis ditingkatkan dalam interval 1 minggu sebesar 5-10 mg/kg/hari hingga seizure dapat dikontrol atau muncul efek samping sehingga dosis tidak dapat ditingkatkan lagi. Dosis maksimum yang direkomendasikan yaitu 60 mg/kg/hari. Penghentian obat antiepilepsi tidak boleh dilakukan secara tiba-tiba pada pasien yang menggunakan obat untuk mencegah terjadinya seizure karena kemungkinan besar dapat mempercepat terjadinya status epileptikus yang disertai hipoksia dan dapat mengancam jiwa.


Profilaksis migrain

Dosis awal yang direkomendasikan yaitu 500 mg sekali sehari selama 1 minggu, kemudian ditingkatkan menjadi 1000 mg sekali sehari. Dosis ini bersifat individual dan penyesuaian dosis  mungkin diperlukan.


Konversi ke tablet pelepasan lambat divalproex sodium

Pada pasien dewasa dan anak ≥10 tahun dengan epilepsi yang sebelumnya menggunakan divalproex sodium tablet, tablet pelepasan lambat divalproex sodium harus diberikan sekali sehari dengan dosis 8 hingga 20% lebih besar dibandingkan total dosis harian divalproex sodium tablet. Bagi pasien dengan total dosis harian divalproex sodium tablet yang sulit dikonversi langsung ke sediaan pelepasan lambat, keputusan  akan diserahkan pada dokter untuk meningkatkan total dosis harian divalproex sodium tablet sebelum dikonversi ke bentuk sediaan pelepasan lambat.


Kemasan

Kotak, 10 strip @ 10 tablet pelepasan lambat


Golongan

Antiepilepsi


Perlu Resep

Ya


Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.