Cefotaxime Sodium Injeksi 1 g

Artikel Terkait

DAPATKAN DISINI

Jika tombol tidak bisa diklik, produk tidak tersedia untuk dibeli sendiri dan hanya tersedia di rumah sakit.

Komposisi

Cefotaxime sodium setara dengan cefotaxime 1 g


Indikasi

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap cefotaxime antara lain:

  • Infeksi saluran pernapasan bagian bawah (termasuk pneumonia).

  • Infeksi kulit dan struktur kulit.

  • Infeksi tulang dan sendi . 

  • Infeksi intraabdominal.

  • Infeksi saluran kemih.

  • Infeksi pada alat kelamin wanita.

  • Meningitis. 

  • Septikemia.

  • Bakteremia.

  • Pencegahan infeksi pascaoperasi.


Kontraindikasi

  • Pasien yang hipersensitif terhadap antibiotik golongan cephalosporin.

  • Pasien yang hipersensitif terhadap penicillin, kemungkinan terjadinya reaksi alergi silang harus dipertimbangkan.


Efek Samping

  • Gangguan saluran cerna: anoreksia, diare, mual, muntah, nyeri perut, kolitis, inflamasi intestinal.

  • Perubahan hematologik: neutropenia, leukopenia, granulositopenia, trombositopenia, agranulositopenia. Agar dilakukan monitoring blood count untuk pengobatan lebih dari 10 hari.

  • Reaksi hipersensitivitas: ruam (makulopapular atau erythematosus), pruritus, demam, dan eosinofilia.

  • Nefritis interstitial, syok anafilaksis.

  • Efek lokal pada tempat penyuntikan: flebitis, tromboflebitis. Pemberian IM dapat menyebabkan nyeri, indurasi, dan nyeri tekan pada tempat penyuntikkan.

  • Efek terhadap ginjal: peningkatan sementara konsentrasi kreatinin serum dan/atau BUN, alalin aminopeptidase dalam urin.

  • Efek samping lain: peningkatan sementara konsentrasi SGOT, SGPT, LDH, bilirubin dan alkalin fosfatase dalam serum, sakit kepala, agitasi, konfusi, kelelahan, dan berkeringat pada malam hari.


Dosis

Dewasa:

  • Kecuali dinyatakan lain, dosis untuk orang dewasa dan anak usia diatas 12 tahun adalah 1 g setiap 12 jam.

  • Pada infeksi sedang sampai berat: 1-2 g setiap 6-8 jam.

  • Pada infeksi berat atau mengancam jiwa diperlukan 2 g setiap 4 jam.

  • Dosis maksimum yang dianjurkan adalah 12 g per hari.

  • Untuk pencegahan infeksi pascaoperasi 1 g IM atau IV, diberikan 30-90 menit sebelum pembedahan.

  • Pada kasus operasi cesarian: dosis pertama 1 g secara IV diberikan segera setelah umbilical cord diklem, kemudian 1 g diberikan secara IM atau IV pada 6 dan 12 jam setelah dosis pertama.

  • Gonore, dosis harian: 1 g, frekuensi dan rute pemberian: 1 g IM (dosis tunggal)

  • Infeksi tidak terkomplikasi, dosis harian: 2 g, frekuensi dan rute pemberian:1 g tiap 12 jam (IM atau IV)

  • Infeksi sedang sampai berat, dosis harian 3-6 g, frekuensi dan rute pemberian: 1-2 g tiap 8 jam (IM atau IV)

  • Infeksi pada umumnya membutuhkan antibiotik dengan dosis yang lebih besar, dosis harian: 6-8 g, frekuensi dan rute pemberian: 2 g tiap 6-8 jam (IV)

  • Jenis infeksi: Infeksi yang mengancam jiwa pasien, dosis harian: sampai 12 g, frekuensi dan rute pemberian: 2 g tiap 4 jam (IV)

  • Untuk pengobatan gonore tidak terkomplikasi pada orang dewasa, diberikan cefotaxime 1 g sebagai dosis tunggal secara IM.

  • Untuk melawan bakteri yang kurang sensitif, dosis dapat ditingkatkan.

  • Pasien harus diperiksa adanya infeksi sifilis sebelum pengobatan dimulai.


Anak-anak:

  • Jika tidak dinyatakan lain, bayi dan anak-anak sampai usia 12 tahun diberikan 50-100 mg/kg BB/hari.

  • Dosis diberikan dalam dosis terbagi dengan interval waktu 6-12 jam.

  • Untuk kasus tertentu dimana timbul infeksi yang dapat mengancam jiwa, dosis per hari adalah 150 - 200 mg/kg BB.

  • Karena bersihan ginjal pada bayi prematur belum berkembang sempurna, maka dosis per hari tidak boleh lebih dari 50 mg/kg BB.


Kemasan

Kotak, 10 vial @ 1 g


Golongan

Antibakteri


Perlu Resep

Ya


Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C, terlindung dari cahaya.

Informasi produk lebih lengkap, lihat leaflet dalam kemasan.

Cefotaxime dapat digunakan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap cefotaxime seperti infeksi saluran pernapasan bagian bawah (termasuk pneumonia), infeksi kulit dan struktur kulit, infeksi tulang dan sendi , infeksi intraabdominal, infeksi saluran kemih, infeksi pada alat kelamin wanita, meningitis, septikemia, bakteremia, dan pencegahan infeksi pascaoperasi.