Methylprednisolone Sodium Succinate Serbuk Injeksi 500 mg/vial

Methylprednisolone digunakan untuk mengatasi abnormalitas fungsi adrenokortikal, penyakit kolagen, keadaan alergi dan peradangan pada kulit dan saluran pernafasan tertentu, penyakit hematologik, dan hiperkalsemia sehubungan dengan kanker.

DAPATKAN DISINI

Jika tombol tidak bisa diklik, produk tidak tersedia untuk dibeli sendiri dan hanya tersedia di rumah sakit.

Komposisi

Tiap vial mengandung methylprednisolone sodium succinate 500 mg


Indikasi

  • Gangguan endokrin: insufisiensi adrenokortikal kronik dan akut primer, insufisiensi adrenokortikoid sekunder, tiroiditis nonsupuratif, hiperkalsemia yang berhubungan dengan neoplasma (atau sarkoidosis).

  • Gangguan alergi: asma bronkial, reaksi hipersensitif obat, reaksi anafilaksis atau anafilaktoid, angioedema, laringeal edema akut noninfeksi, rinitis alergi parenial atau seasonal, serum sickness, reaksi transfusi urtikaria, dermatitis atopik, dermatitis kontak.

  • Gangguan kolagen: karditis reumatik (atau nonreumatik) akut, dermatomiositis (polimiositis) sistemik, lupus eritematosus sistemik, artritis giant-cell (temporal), penyakit jaringan ikat campuran, poliartritis nodosa, polikondritis kambuhan, polimialgia reumatik, vaskulitis.

  • Gangguan pada kulit: dermatitis eksfoliatif, dermatitis herpetiformis bullous, dermatitis seboroik berat, dermatosis inflamasi berat, eritema multiforme berat (Stevens-Johnson), mikosis fungoides, pemfigus, psoriasis berat, pemfigoid, sarkoidosis kutan lokal.

  • Gangguan saluran pencernaan: penyakit radang usus, termasuk kolitis ulseratif, enteritis regional (Crohn), penyakit celiac berat.

  • Gangguan darah: acquired (autoimmune) hemolytic anemia, anemia hipoplastik bawaan (eritroid), anemia seldarah merah (eritoblastopenia), trombositopenia sekunder (pada orang dewasa), trombositopenia purpura idiopatik pada orang dewasa (IV saja, pemberian IM dikontraindikasikan), hemolisis.

  • Penyakit hati: hepatitis alkoholik dengan ensefalopati, hepatitis kronis aktif, hepatitis nonalkoholik pada wanita, nekrosis hepatik subakut.

  • Inflamasi nonreumatik: bursitis akut atau subakut, epikondilitis, tenosinovitis nonspesifik akut.

  • Penyakit neoplastik (terapi tambahan): leukimia limfositik akut atau kronik, limfoma Hodgkin atau non-Hodgkin, kanker payudara, kanker prostat, demam yang disebabkan kanker ganas, mieloma multipel.

  • Sindrom nefrotik: menginduksi diuresis atau mengurangi gejala proteinuria.

  • Penyakit neurologi: meningitis tuberkulosis (terapi tambahan), eksaserbasi akut multiple sclerosis.

  • Neurotrauma: cidera tulang belakang akut.

  • Gangguan pada mata: korioretinitis, diffuse posterior choroiditis, konjungtivitis alergi, herpes zoster oftalmik, iridosiklitis, keratitis (yang tidak berhubungan dengan herpes simpleks atau infeksi fungal), neuritis optik, sympathetic ophthalmia, diffuse posterior uveitis.

  • Perikarditis: digunakan untuk menghilangkan nyeri, demam, dan inflamasi.

  • Polip nasal.

  • Gangguan pernapasan:
    Profilaksis: diberikan sebelum atau selama sirkulasi ekstrakorporeal dalam pembedahan jantung jika pasien mempunyai gangguan pre-existing pulmonary dan diberikan sebelum, selama, dan setelah pembedahan mulut, wajah atau leher untuk mencegah edema yang dapat menghambat jalan napas.
    Pengobatan: berylliosis, sindrom loeffler, pneumonia aspirasi, sarkoidosis simtomatik, tuberkulosis paru-paru yang tersebar atau fulminan (terapi tambahan), bronkitis asmatik akut dan kronik, edema paru nonkardiogenik, hemangioma obstruksi saluran napas, pneumonia pneumocystis yang berhubungan dengan acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) -- terapi tambahan, penyakit paru obstruksi kronis yang tidak dapat dikontrol dengan theophylline dan agonis β-adrenergik, status asmatikus.

  • Gangguan reumatik: spondilitis ankilosis, artritis psoriatik, artritis psoriatik, artritis reumatoid, gout artritis akut, osteoartritis pascatrauma, sinovitis osteoartritis, penyakit deposisi kalsium pirofosfat akut, polimialgia reumatik, penyakit Reiter.

  • Pengobatan syok: akibat insufisiensi adrenokortikal.

  • Penolakan pencangkokan organ (pencegahan dan pengobatan).

  • Pengobatan trichinosis.


Kontraindikasi

  • Infeksi jamur sistemik.

  • Pasien yang mempunyai hipersensitivitas terhadap komponen obat.

  • Bayi prematur.

  • Pemberian jangka panjang pada penderita ulkus peptikum, osteoporosis, psikosis, keratitis herpes simpleks.

  • Pasien yang sedang diimunisasi.


Efek samping Obat

  • Insufisiensi adrenokortikal: penurunan sekresi kortikosteroid endogen.

  • Efek muskuloskeletal: nyeri atau lemah otot, penyembuhan luka yang tertunda, osteoporosis, patah pada tulang belakang karena tekanan, nekrosis aseptik pangkal femoral atau humeral atau patah patologi pada tulang panjang.

  • Gangguan cairan dan elektrolit: edema, kekurangan kalium, alkalosis, hipokalemia, hipertensi, gagal jantung kongestif.

  • Efek pada mata: katarak subkapsular posterior, peningkatan tekanan intraokular, glaukoma, eksoftalmus.

  • Efek endokrin: menstruasi yang tidak teratur, cushingoid, hambatan pertumbuhan pada anak, penurunan toleransi glukosa, hiperglikemia, memperburuk diabetes melitus.

  • Efek pada saluran cerna: mual, muntah, anoreksia yang berakibat pada penurunan berat badan, peningkatan selera makan yang berakibat pada naiknya berat badan, diare atau konstipasi, distensi abdominal, pankreatitis, iritasi lambung, esofagitis ulseratif, reaktivasi, perforasi, perdarahan dan penyembuhan ulkus peptik yang tertunda.

  • Efek pada sistem saraf: sakit kepala, vertigo, insomnia, peningkatan aktivitas motorik, iskemik neuropati, abnormalitas EEG, dan kejang.

  • Efek pada kulit: atropi kulit, jerawat, peningkatan keringat, hirsutisme, eritema wajah, striae, alergi dermatitis, urtikaria, angioedema.

  • Efek samping lain: penghentian pemakaian obat secara tiba-tiba akan menimbulkan efek mual, muntah, kehilangan nafsu makan, letargi, sakit kepala, demam, nyeri sendi, deskuarnasi, mialgia, kehilangan berat badan, dan atau hipotensi.


Dosis

Dewasa:
Secara IM atau IV, 10 - 40 mg (base) diulangi sesuai keperluan

  • Dosis tinggi (pulsetherapy): IV 30 mg (base) per kg berat badan diberikan sekurang-kurangnya 30 menit. Dosis dapat diulangi setiap 4 - 6 jam sesuai kebutuhan hingga 48 jam.

  • Eksaserbasi akut pada multiple sclerosis: IM atau IV 160 mg (base) per hari selama 1 minggu, diikuti dengan 64 mg (base) setiap 2 hari sekali selama 1 bulan.

  • Pengobatan cedera tulang belakang akut: IV 30 mg (base) per kg berat badan diberikan selama 15 menit, setelah 45 menit kemudian lanjutkan infus 5,4 mg per kg berat badan per jam, selama 23 jam.

  • Pengobatan tambahan pada pasien pneumonia Pneumocystis carinii yang berhubungan dengan AIDS: IV 30 mg (base), 2 kali sehari pada hari 1 - 5, 30 mg sekali sehari pada hari ke-6 sampai 10, dan 15 mg 1 kali sehari pada hari ke-11 hingga 21.

Bayi dan anak:

  • Insufisiensi adrenokortikal: IM 0,18 mg (base) per kg berat badan atau 3,33 mg (base) per meter persegi permukaan tubuh sehari (dalam dosis terbagi tiga) setiap hari ke-3; 0,039-0,059 mg (base) per kg berat badan atau 1,11-1,66 mg (base) per meter persegi permukaan tubuh sekali sehari.

  • Untuk pengobatan cedera tulang belakang akut: IV 30 mg (base) per kg berat badan diberikan selama 15 menit, setelah 45 menit kemudian lanjutkan dengan infus 5,4 mg per kg berat badan per jam selama 23 jam.

  • Pengobatan tambahan pada pasien pneumonia Pneumocystis carinii yang berhubungan dengan AIDS: anak-anak berusia hingga 14 tahun dosis belum ditentukan secara pasti, anak-anak berusia 14 tahun atau lebih menggunakan dosis dewasa.

  • Indikasi lain: IM 0,14 - 0,84 mg (base) per kg berat badan atau 4,16 - 25 mg (base) per meter persegi permukaan tubuh setiap 12 sampai 24 jam.


Kemasan

Kotak, 1 vial @ 500 mg dan 1 ampul 8 ml


Golongan

Antiinflamasi


Perlu Resep

Ya


Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 30ºC, terlindung dari cahaya.
LARUTAN HASIL REKONSTITUSI METHYLPREDNISOLONE SODIUM SUCCINATE 125 MG DALAM BENZYL ALCOHOL 0,9% STABIL SELAMA 48 JAM PADA SUHU ANTARA 15-30ºC.