Ramipril Kaplet 2,5 mg

Anti Hipertensi

Deskripsi Obat



Indikasi / Kegunaan

- Hipertensi, dapat digunakan tunggal atau dikombinasikan dengan diuretik tipe tiazid.
- Gagal jantung kongestif pada beberapa hari setelah mengalami infark miokardium akut.
- Menurunkan risiko terjadinya infark miokardium, stroke, cardiovascular death dan kebutuhan untuk prosedur revaskularisasi pada pasien dengan risiko tinggi penyakit kardiovaskular.
- Nefropati glomerulus nondiabetik (bersihan kreatinin 20-70 ml/menit) dan proteinuria >3 g/24 jam.
- Nefropati insipiens pada pasien dengan diabetes tipe 2 normotensif.

Kandungan / Komposisi

Ramipril 2,5 mg

Kontraindikasi / Jangan digunakan oleh

- Hipersensitif terhadap ramipril atau penghambat ACE yang lain.
- Pasien dengan riwayat angioedema terkait dengan pengobatan sebelumnya dengan menggunakan penghambat ACE.
- Kehamilan trimester ke-2 dan ke-3.
- Penggunaan bersamaan dengan terapi sacubitril/valsartan. Ramipril tidak boleh diberikan lebih awal dari 36 jam setelah dosis terakhir sacubitril/varsartan.
- Penggunaan bersamaan dengan produk yang mengandung aliskiren dikontraindikasikan pada pasien diabetes melitus atau gangguan ginjal (GFR < 60 ml/ menit/1,73 m2).
- Penggunaan bersamaan dengan antagonis reseptor angiotensin II (ARB) dikontraindikasikan pada pasien diabetes melitus atau gangguan ginjal (GFR < 60 ml/menit/1,73 m2).
- Ramipril tidak boleh digunakan pada pasien dengan keadaan hipotensi atau tidak stabil secara hemodinamik.
- Stenosis arteri ginjal bilateral yang signifikan atau stenosis arteri ginjal pada ginjal yang berfungsi tunggal.
- Pemberian bersamaan dengan terapi ekstrakorporeal yang mengarah ke kontak darah dengan permukaan yang bermuatan negatif.

Efek Samping

- Seluruh tubuh: reaksi anafilaktoid.
- Kardiovaskular: gejala hipotensi, sinkop, angina pektoris, aritmia, nyeri dada, palpitasi, infark miokardium, kecelakaan serebrovaskular.
- Hematologi: pansitopenia, anemia hemolitik, dan trombositopenia.
- Ginjal: peningkatan nitrogen urea dalam darah dan kreatinin serum terutama jika ramipril diberikan bersama dengan diuretik.
- Edema angioneurosis.
- Batuk: batuk yang gatal, kering, menetap dan nonproduktif dilaporkan terjadi dengan penggunaan penghambat ACE. Batuk akan hilang segera setelah menghentikan pengobatan.
- Gastrointestinal: pankreatitis, sakit perut, anoreksia, konstipasi, diare, mulut kering, dispepsia, disfagia, gastroenteritis, hepatitis, mual, peningkatan air liur, gangguan indera pengecap, dan muntah.
- Dermatologi: reaksi hipersensitivitas (seperti urtikaria, pruritus, atau ruam dengan/tanpa demam), eritema, pemfigus, fotosensitivitas dan purpura.
- Neurologi dan psikiatri: ansietas, amnesia, konvulsi, depresi, gangguan pendengaran, insomnia, gugup, neuralgia, neuropati, parestesia, somnolence, tinitus, tremor, vertigo dan gangguan penglihatan.
- Lain-lain: kompleks gejala yang pernah dilaporkan, meliputi: antinuclear antibodies (ANA) positif, peningkatan kecepatan sedimentasi eritrosit, artralgia/artritis, mialgia, demam, vaskulitis, eosinofilia, fotosensitivitas, ruam dan manifestasi dermatologi lainnya. Terjadinya eosinophilic pneumonitis juga pernah dilaporkan.

Perhatian Khusus

Dosis

Hipertensi
Dosis awal tanpa pemakaian diuretik: 2,5 mg, sekali sehari. Dosis disesuaikan dengan respon tekanan darah.
Dosis pemeliharaan pada orang dewasa: 2,5-20 mg per hari, diberikan sebagai dosis tunggal atau terbagi dalam 2 dosis per hari. Jika respon tekanan darah berkurang dengan pemberian sekali sehari pada akhir interval pemberian obat, dosis ditingkatkan atau pemberian obat dibagi menjadi 2 kali sehari.
Bila tekanan darah tidak dapat terkontrol hanya dengan ramipril, dapat ditambahkan diuretik.

Gagal jantung setelah infark miokardium
Pada pasien dewasa dengan tanda-tanda klinis gagal jantung, pengobatan dengan ramipril dimulai 2 hari setelah infark miokardium.
Dosis awal: 2,5 mg, 2 kali sehari, jika terjadi hipotensi dosis dikurangi menjadi 1,25 mg, 2 kali sehari.
Pengobatan kemudian ditirasi sesuai toleransi hingga target dosis harian 5 mg, 2 kali sehari. Setelah pemberian dosis awal ramipril, pasien harus diawasi selama paling sedikit 2 jam, sampai tekanan darah telah stabil selama paling sedikit 1 jam berikutnya. Jika memungkinkan, dosis diuretik yang digunakan bersamaan harus dikurangi untuk memperkecil kemungkinan terjadinya hipotensi. Hipotensi setelah pemberian dosis awal tidak menghalangi penyesuaian dosis, setelah hipotensi dapat diatasi.




Nefropati glomerulus
Dosis awal yang direkomendasikan adalah 1,25 mg satu kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan tergantung respon tekanan darah dan toleransi pasien, dianjurkan untuk meningkatkan dosis menjadi dua kali lipat dalam interval waktu 2-3 minggu, maksimum 10 mg per hari. Fungsi ginjal harus diperhitungkan.

Cara Pemakaian

Kemasan

Kotak, 3 strip @ 10 kaplet

Golongan

Anti Hipertensi

Perlu Resep

Ya

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu dibawah 30°C