Penyakit Hipertensi dan Pengelolaannya


Apa itu Hipertensi?


Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana nilai tekanan darah lebih tinggi dari batas normal dan bersifat menetap (persisten). Hipertensi merupakan salah satu penyakit dengan prevalensi yang tinggi di Indonesia dan juga di seluruh dunia. Diagnosis hipertensi dapat ditegakkan melalui pemeriksaan tekanan darah menggunakan alat yang disebut sphygmomanometer. Pemeriksaan tekanan darah secara rutin dapat membantu menemukan tren kenaikan tekanan darah sejak dini, terutama pada mereka yang berisiko tinggi menderita penyakit hipertensi.

Hasil pengukuran tekanan darah umumnya dinyatakan dengan dua angka. Angka pertama disebut tekanan sistolik, yang mewakili tekanan di dinding dalam pembuluh darah ketika jantung berkontraksi atau berdetak, sementara angka kedua disebut tekanan diastolik, yang mewakili tekanan di dinding pembuluh darah ketika jantung beristirahat di sela-sela aktivitas memompa darah. Berdasarkan Konsensus Penatalaksaan Hipertensi 2019 dari Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia, seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila memiliki nilai tekanan darah yang menetap di atas atau sama dengan 140 mmHg untuk tekanan sistolik dan/atau 90 mmHg untuk tekanan diastolik.


Pentingnya Pengelolaan Hipertensi Untuk Mencegah Beragam Komplikasi

Hipertensi juga dikenal dengan sebutan ‘the silent killer’, karena pasien hipertensi umumnya tidak merasakan gejala yang bermakna hingga akhirnya timbul komplikasi berupa kerusakan organ target. Oleh karena itu, kondisi hipertensi perlu dikelola dengan baik agar pasien terhindar dari berbagai komplikasi kesehatan yang berbahaya, seperti serangan jantung, stroke, dan lain sebagainya.


Pengelolaan penyakit hipertensi dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis (menggunakan terapi dengan obat antihipertensi) dan nonfarmakologis melalui perubahan gaya hidup. Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang membutuhkan terapi jangka panjang. Pasien yang sudah terdiagnosis hipertensi dianjurkan untuk mengonsumsi obat antihipertensi secara rutin. Hal ini ditujukan agar tekanan darah terkontrol sesuai dengan target pengobatan serta mampu menurunkan kejadian komplikasi secara signifikan.


Peran Obat Generik Berlogo (OGB) dalam Pencapaian Keberhasilan Pengobatan Hipertensi

Hipertensi termasuk ke dalam salah satu jenis penyakit kronis yang membutuhkan terapi jangka panjang. Terapi jangka panjang seringkali membawa konsekuensi berupa pembiayaan obat. Beban biaya pengobatan merupakan salah satu faktor yang secara signifikan memengaruhi kepatuhan pasien dalam menggunakan obat. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan ketersediaan terapi yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.


Menanggapi persoalan tersebut. Obat Generik Berlogo (OGB) dapat menjadi salah satu solusi untuk memungkinkan lebih banyak pasien hipertensi memperoleh sediaan obat yang berkualitas dan terjangkau. Tentu hal ini akan membantu para pasien hipertensi dalam usahanya untuk mencapai tujuan pengobatan.


Meskipun harga OGB jauh lebih terjangkau, namun bukan berarti OGB dapat diragukan mutu dan keamanannya. OGB dirancang untuk memiliki kualitas, khasiat, dan keamanan yang tidak kalah dengan obat originator atau generik bermerek, dan sudah memenuhi persyaratan mutu dan disetujui izin edarnya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta sudah melalui uji bioekuivalensi untuk membuktikan kesetaraannya.


Bagaimana Modifikasi Gaya Hidup yang Perlu Diterapkan Pasien Hipertensi?

Di samping penggunaan obat-obatan (farmakoterapi), pasien hipertensi juga dianjurkan untuk menjalankan pola hidup sehat (heart-healthy lifestyle). Pola hidup sehat harus selalu diupayakan dalam setiap tahap perkembangan penyakit hipertensi, untuk mendukung keberhasilan pengobatan yang dijalani. Berikut adalah beberapa contoh pola hidup sehat yang dapat dilakukan oleh pasien hipertensi untuk meningkatkan kualitas hidup:


1. Pola makan bergizi seimbang dan rendah garam

Penting bagi para pasien hipertensi untuk memperhatikan pola makan sehari-hari. Pola makan yang baik untuk para pasien hipertensi mencakup perhitungan kebutuhan energi dan komposisi nutrisi yang baik. Pengaturan jumlah kalori akan membantu menghindarkan pasien hipertensi untuk menjaga berat badan ideal agar terhindar dari obesitas. Hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah membatasi asupan garam (natrium), karena konsumsi garam yang berlebih dapat menjadi faktor risiko meningkatnya tekanan darah. Pengaturan pola makan pada pasien hipertensi dapat mengacu pada panduan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH). DASH merupakan salah satu pendekatan pola makan yang direkomendasikan oleh para ahli untuk membantu menjaga kestabilan tekanan darah pada pasien hipertensi.


2. Manajemen stres yang baik

Kondisi psikologis tertentu dapat menimbulkan tekanan psikis yang biasa dikenal dengan stres. Stres juga diketahui dapat memengaruhi tekanan darah karena aktivasi saraf simpatik dan peningkatan hormon kortisol. Stres berkepanjangan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, pasien hipertensi diharapkan mampu mengelola stres dengan baik agar tekanan darah tetap terjaga. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional apabila merasa kesulitan dalam mengelola stres.

3. Olahraga teratur

Aktivitas fisik berupa olahraga memegang peranan penting untuk membantu para pasien hipertensi menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Jenis dan porsi olahraga yang dilakukan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter yang merawat agar para pasien hipertensi dapat memperoleh manfaat yang optimal.

4. Konsultasi rutin dengan dokter

Hipertensi merupakan suatu kondisi medis jangka panjang yang membutuhkan pemantauan rutin oleh tenaga kesehatan, khususnya dokter. Konsultasi rutin dengan dokter memungkinkan kondisi medis pasien selalu terkontrol dan terapi dapat dievaluasi sesuai dengan target pengobatan. Oleh karena itu, penting bagi para pasien hipertensi untuk mematuhi jadwal kontrol rutin dengan dokter yang merawat agar usaha mencapai keberhasilan pengobatan dapat diupayakan bersama oleh tenaga kesehatan dan pasien.


Referensi:

1. The facts about high blood pressure. Available from: https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/the-facts-about-high-blood-pressure

2. Lawan hipertensi dengan minum obat dan ubah gaya hidup. Available from: https://www.guesehat.com/penderita-hipertensi-harus-minum-obat-setiap-hari

3. Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi 2019. Available from: http://faber.inash.or.id/upload/pdf/article_Update_konsensus_201939.pdf

4. Stress and high blood pressure: What's the connection? Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/stress-and-high-blood-pressure/art-20044190

5. Sehat tapi hemat bersama obat generik. Available from: https://www.kemkes.go.id/article/print/850/sehat-tapi-hemat-bersama-obat-generik.html

99 views